VIVA   – Mobil bertransmisi otomatis (matik) kini banyak dipilih masyarakat Indonesia. Alasannya, kondisi lalu lintas yang kian padat membuat pengemudi mobil mampu merasa lebih nyaman, dan lengah kirinya bebas pegal karena tak perlu lagi menginjak kopling di dalam waktu lama.

Meski membuat pengemudi nyaman, ada dengan menganggap mobil matik punya satu kelemahan, yakni tidak bisa mewujudkan pengemudi melakukan engine brake. Engine brake adalah proses perlambatan laju organ, dengan cara mengurangi gigi masa mengemudi.

Trainer Product Knowledge PT Nissan Motor Nusantara, Sugihendi mengatakan penurunan gigi saat mobil berjalan pada transmisi matik bisa dilakukan. Namun saat jalan penurunan gigi di mobil matik tidak terlalu besar efeknya dalam menghentikan laju kendaraan.

“Untuk transmsi CVT ( Continuosly Variable Transmission ) atau konvensional hanya melepas pedal gas (mendapatkan impresi engine brake ). Tapi saat kecepatan di atas 60 km perjam tidak terasa, karena momentumnya sudah berat, ” ujarnya seperti dilansir daripada 100KPJ , Minggu 28 Juni 2020.

Baca juga: Ada Kabar Cara untuk Penggemar Isuzu Panther

Namun, kata dia, melepas pedal gas saja kurang positif pengemudi untuk melakukan engine brake saat kondisi darurat. Untuk melakukan kontraksi laju kendaraan dengan tenaga instrumen secara maksimal mobil matik populer, bisa dilakukan dengan menekan tombol di tuas transmisi.

“Dalam kondisi butuh pengereman lebih, tinggal pencet bincul over drive (OD) yang ada di tuas. Tombol itu sebenarnya untuk menurunkan gigi, pasti semua mobil matik konvensional tuas transmisinya memiliki tombol tersebut, ” katanya.

Untuk transmisi otomatis versi CVT yang tidak memiliki tombol OD, kata dia, proses engine brake bisa dilakukan dengan memindahkan pengungkit transmisi ke ‘S’. Tujuannya untuk memberatkan putaran mesin dengan situasi gigi rendah (S).

“Kalau CVT pilihannya P, R, N, D dan S untuk jalan menanjak. Tapi ketika engine brake tuas ditarik ke S mau menurunkan kecepatan dan cukup istimewa, setara dengan gigi 4 langsung turun ke 2, karena CVT kan enggak ada roda gigi, ” tuturnya.

Di dalam mobil matik konvensional  yang pilihannya di tuasnya hanya P, R, N, D. Kata dia, alternatif D itu biasanya posisi gigi empat, kalau mau turun ke gigi tiga bisa pencet benjol samping di tuas transmisi. Biasanya kalau matik konvensional ada opsi 1, 2 atau L yang serupa saja gigi 1.

“Jika masih kurang (mobil berhenti) tarik lagi (geser tuas gigi ke 2 atau L) jika CVT ke S. Jadi pencet tombol transmisi dulu buat dengan konvensional lalu pindahkan ke besar. Tapi tehnik ini berlaku kalau kecepatan mobil mulai menurun tanpa tiba-tiba dari 120 km/jam diturunin pasti rpm over (nyangkut), ” paparnya.