VIVA   – Selain model dan harga, daya tampung di kabin juga menjadi salah satu pertimbangan banyak masyarakat di Negara sebelum memutuskan membeli mobil. Pokok dengan daya tampung yang tumbuh, pemilik bisa memakai kendaraan untuk menunjang berbagai aktivitasnya.

Mobil dengan kabin lega, memungkinkan pemiliknya mengangkut penumpang dalam jumlah maksimal, bahkan kadang berlebih. Tak hanya itu saja, mobil buat membawa penumpang, juga kerap bertukar fungsi menjadi angkutan barang terbatas.

Padahal, kebiasaan mendatangkan penumpang dan barang secara berlebihan berisiko menimbulkan kecelakaan saat berkendara. Selain itu, mobil yang dipergunakan dengan muatan berlebih bisa ditolak klaim asuransinya, saat terjadi kesusahan.

Head of Communication & Event Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto mengatakan, keselamatan dalam perjalanan patut buat selalu diingat ketika  berkendara, serta menjadikan keamanan sebagai hal pertama yang harus diutamakan pengguna organ.

Baca juga: Sedu Listrik Tesla Model 3 Dimodifikasi untuk Main ‘Becekan’

“Dasar dari beban maksimal dengan direkomendasikan pabrikan, kan sebetulnya buat keamanan berkendara. Jadi lebih penting, kita patuhi untuk keselamatan dan keamanan nomor satu, ” ujarnya saat dihubungi VIVA Otomotif, Jumat 26 Juni 2020.

Sebagai ilustrasi, sebutan dia, jika mobil standar memiliki kapasitas tujuh penumpang, namun dalam kabin dipaksakan untuk menampung 12 orang. Laludi perjalanan menikmati kecelakaan karena faktor adanya keunggulan muatan, maka pihak asuransi tidak dapat membantu untuk klaimnya.

Pengecualian itu, sesuai dengan yang tertuang di Polis Penopang Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Bab II Pengecualian Pasal 3 ayat 1. 4 yang tercatat: ‘1. 4. Kelebihan muatan daripada kapasitas kendaraan yang telah ditetapkan oleh pabrikan jika hal itu tidak diatur oleh pihak yang berwenang. ‘

“Alih-alih yang dipikirkan asuransi kendaraannya bisa diklaim atau enggak, harusnya ketenangan ketika berkendara menjadi yang nomor satu, ” tuturnya.