VIVA   – Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran badan di masa pandemi COVID-19, banyak kelompok yang memilih bersepeda. Ya, acara ini bukan hanya bisa dikerjakan sebagai olahraga secara mandiri, namun juga berkelompok agar terasa menyenangkan.

Tak hanya bangsa awam, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pun menyukai aktivitas bersepeda. Bahkan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memiliki tiga unit sepeda, dan dia pun memajangnya di media sosial Instagram pribadinya.

“Hidup sehat dan berolahraga di era pandemi sangat penting, agar imunitas tubuh terjaga. Beta rutin bersepeda untuk menjaga kebugaran. Ini sepeda yang saya pakai, ada Kreuz, ada Polygon, tersedia Element. Semuanya buatan Indonesia, ” demikian keterangan gambar di akun Instagram Joko Widodo.

Dari ketiga bagian yang dimiliki Jokowi, salah kepala yang menarik perhatian adalah Kreuz. Sepeda buatan lokal itu cukup dikenal di kalangan pehobi, pokok desainnya menyerupai produk kendaraan kayuh asal Inggris, Brompton.
Mengaji juga: Ada MPV Mewah Memakai Plat Nomor ‘Indonesia 1’ Era Upacara HUT RI ke-75

Melansir dari 100KPJ, Senin 17 Agustus 2020, salah seorang pemilik sepeda Kreuz, Jujun Junaedi  mengatakan, untuk memiliki sepeda sejenis, konsumen perlu bersabar untuk mendapatkan unitnya karena dibuat berdasarkan order.

Pembeli sepeda Kreuz Indonesia, biasanya membayar uang depan terlebih dahulu agar namnya bisa masuk daftar antrean. Disediakan opsi, membeli frame yang nantinya dirakit sendiri seharga Rp3 jutaan, atau sepeda utuh berbanderol mulai Rp8 jutaan.

Kalau memilih full bike , harga sepeda itu tidak diketahui tidak mengikat. Sebab, konsumen bisa memilih merek dan jalan komponen sepedanya, mulai dari seatpost, heandlepost, jok, wheelset , ban, setang, handle, chainring, cram arm serta groupset .

Jika melihat dibanding sejumlah parts yang digunakan pada sepeda Presiden Jokowi dan Iriana, bisa jadi harga full bike Kreuz berwarna merah putih itu mencapai Rp15-19 jutaan per unit. Sebab, ada beberapa parts ternama dan berharga mahal menempel di sepeda itu.

Sementara itu, Public Relation Kreuz, Hendri menceritakan kondisi pemesanan sepeda untuk Presiden Jokowi melalui saluran Youtube Gaya Berkendara. Dia menyebut, pemesanan sepeda palsu Bandung itu dilakukan sejak 3 bulan lalu melalui sekretariat negeri.

“Saya bilang 2022, saat ditanyakan kapan bisa maka. Kan ini sifatnya ada kegiatan, ingin digunakan buat 17 Agustus, akhirnya kita runding (dengan tim), ya sudah dicoba 3 kamar, ” ujarnya.