VIVA   –Pasar otomotif jentera dua kini didominasi oleh jenis skuter matik alias skutik. Macam sepeda motor ini dianggap jauh lebih praktis saat mengoperasikannya, karen penggunanya hanya tinggal memutar gas untuk melaju.

Pemakai tak perlu lagi yang namanya memindahkan transmisi untuk berakselerasi. Cepat atau lambat laju skutik, ditentukan oleh putaran tangan pengendaranya. Begitu juga proses pengereman, hanya menyandarkan kerja komponen penahan laju dalam roda depan dan belakang.

Ketika belum populer, skutik hanya tersedia dalam pilihan instrumen 110cc. Kini, model dan daya mesin yang dipasarkan kian penuh. Tak tanggung-tanggung, ada juga pengusaha yang menawarkan skuter dengan jantung penggerak motor listrik dari baterai.

2W Sales & Marketing Departement Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Yohan Yahya mengatakan, saat tersebut hanya ada dua merek yang terus bertahan untuk memasarkan skutik bermesin kecil. Hal ini didasari permintaan yang cukup besar, dipadankan jenis skuter lainnya.

“Pemainnya, Suzuki dan satu lagi dari merek Jepang (Honda). Kalau lainnya (Yamaha) main skutik sudah 125cc. Marketnya mesin 110cc sedang sekitar 60 persen dari total skutik. Pemainnya cuma dua, lebih baik kan, ” ujarnya kaum waktu lalu.

Walaupun demikian, Yohan tak menampik bila suatu saat nanti popularitas skutik kelas bawah itu akan tergeser dengan semakin masifnya produk-produk skuter listrik di Tanah Air. Meski demikian, dia meyakini masih akan tetap ada konsumen loyal serta mereka yang memiliki model lumrah.

“Selera konsumen untuk skuter matik itu, akan berubah lagi saat nanti mulai banyak yang pakai listrik. Memang ada yang ingin terbang kelas, dan ganti motor. Belakang, skutik 110cc akan kalahnya dengan aturan, ini harus emisi sekian. Mau atau tidak, pabrikan menimbrung aturan, ” tuturnya.