VIVA   – Polisi yang memberikan tilang kepada pengemudi mobil Avanza karena membawa sepeda, ternyata menerapkan pasal yang lengah. Hal tersebut dikonfirmasi tepat oleh Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

“Dapat kami sampaikan bahwa anggota tersebut ‘salah’ dalam menerapkan pasal 307 (UU MENODAI No. 22 Tahun 2009) menjelaskan tentang kendaraan bermotor angkutan umum barang, yang membawa barang melebihi luas angkutan dan dapat membahayakan keselamatan, ” kata Sambodo pada wartawan, Kamis 30 September 2021.

“Sedangkan apabila akan menindak kendaraan berpelat hitam seharusnya menggunakan pasal 283: ‘Setiap orang yang mengemudikan organ bermotor dipengaruhi suatu laksana dapat mengganggu konsentrasi berkendara’ (apabila barang yang tersedia di dalam kendaraan pas besar sehingga mengganggu pandangan dan berpotensi membahayakan), ” papar Sambodo.

Kala tersebut, polisi yang memberikan tilang kepada pengemudi memberikan bab 307. Polisi yang keputusannya kena sanksi itu pula mengatakan bahwa bila akan membawa sepeda harus menjalankan alat khusus atau bracket pada belakang mobil.

“Tentang daya mengambil barang Pasal 307 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, lihat di Google yah. Ya nggak apa-apa ditilang dulu ya, Bungkus, ya, ” jawab penjaga saat ditanyakan soal perkara oleh si pengemudi.

Namun isi dari pasal 307 sendiri sebagai berikut, laksana yang dikutip dari NTMC Korlantas Polri: