VIVA   –  Berjalan kaki menjadi salah utama kegiatan yang bisa membuat tubuh menjadi sehat. Tapi, belum banyak yang tahu bahwa pejalan menguasai juga diindungi oleh asuransi.

Dengan semakin mudahnya mempunyai kendaraan pribadi, banyak orang kini enggan berjalan kaki. Apalagi, pemindahan umum berbasis aplikasi juga ada luas dan tarifnya terjangkau.

Demikian pula dengan para-para pengayuh sepeda. Alat transportasi tanpa mesin ini kembali marak, zaman Indonesia dilanda pandemi.

Berdasarkan informasi dari PT Jasa Raharja, dikutip VIVA Otomotif Selasa 27 Oktober 2020, baik pejalan kaki maupun pesepeda dilindungi oleh asuransi yang preminya dibayar oleh para pemilik instrumen bermotor.

Mengucapkan juga:   Keanu Agl Dibuat Kaget saat Masuk Mobil Nagita Slavina

Hukum tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Kesialan Lalu Lintas Jalan, yang menjadi acuan Jasa Raharja saat memberikan santunan.

“Misalkan si A lagi ustaz kaki atau naik sepeda, langsung ditabrak oleh kendaraan bermotor dengan dikemudikan si B. Setelah ada laporan polisi, maka si A di-cover asuransi, ” ujar aparat Jasa Raharja kepada VIVA Otomotif.

Dana yang dipakai untuk memberi tanggungan perawatan sejumlah Rp20 juta, berasal dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lin Jalan atau SWDKLLJ yang dibayarkan setiap perpanjangan pajak kendaraan bermotor.

“Walau si pejalan kaki melakukan pelanggaran, misalnya tidak menyeberang di zebra cross, lestari kami cover, ” tuturnya.