VIVA   – Terkadang ada pengguna mobil yang kudu memarkir kendaraan di bawah pelik matahari, entah itu karena parkiran gedung penuh atau mampir kurang saat untuk membeli sesuatu dalam pinggir jalan.

Jikalau hal itu dilakukan bersama bagian keluarga atau rekan kerja, oleh karena itu yang umum dilakukan adalah membiarkan mesin hidup sembari menyalakan penyejuk kabin atau AC.

Jika hal itu dilakukan cuma beberapa menit, maka bensin dengan dipakai mungkin tidak akan berkurang banyak. Tapi, bagaimana bila mobil diparkir dalam kondisi AC menyala selama satu jam lebih?

Dilansir  VIVA Otomotif   sejak laman  Cartoq , Minggu 22 November 2020, seorang pemilik mobil Maruti Baleno Hatchback  di India memutuskan untuk melakukan percobaan.

Ia mengisi gasolin hingga tangki penuh, kemudian menuju satu diantara parkiran luar ruangan. Dengan kondisi matahari bersinar terik, dia membiarkan mesin dan AC hidup selama satu jam.

Agar lebih yakin, pria bertanda Arun Pawar  itu menambah zaman percobaan sebanyak 20 menit. Sesudah itu, ia menuju stasiun pengisian bahan bakar umum yang setara, dan mengisi tangki hingga penuh lagi.

Setelah dihitung, ternyata bensin yang dipakai selama mobil dalam kondisi diam tapi AC menyala ialah 1, 66 liter. Jika dikonversi dengan harga BBM Pertalite dalam Indonesia, maka uang yang dikeluarkan adalah sebanyak Rp12. 700.

Sebagai informasi, Baleno Hatchback yang ia gunakan dibekali instrumen bensin berkapasitas 1. 200cc, dengan dapat menghasilkan tenaga 83 gaya kuda dan torsi  115 Newton meter.

Satu peristiwa yang perlu jadi catatan, jikalau suhu cuaca tidak terlalu panas maka AC mobil akan hidup lebih ringan. Efeknya, penggunaan BBM menjadi sedikit lebih irit, walaupun angkanya tidak besar.