VIVA   – Pemilik mobil maupun sepeda motor kini memiliki alternatif, ketika harus mengisi tekanan angin pada ban kendaraannya. Sebab, roda kendaraan tersebut bukan hanya bisa dipenuhi gas dari kompresor pelik, tetapi juga memakai nitrogen.

Founder dan Chief Executive Officer MyNitro, Muchlis mengatakan, tekanan angin pada ban memakai gas nitrogen memiliki banyak keuntungan, kalau dibandingkan pengisian angin dari kompresor standar. Sebab, kompresor tersebut lazimnya menghasilkan H20 untuk diisi ke dalam ban.

“Nitrogen ini dikenal sebagai gas dengan memiliki suhu dingin, karena itu gas ini baru akan mencapai titik didih pada suhu tinggi (195, 8 derajat celcius) dibandingkan udara biasa dari kompresor. Makanya jarak ditemukan ban meledak kala diisi gas nitrogen, ” ujarnya, Minggu 26 Juli 2020.

Keuntungan lainnya, kata dia, molekul di pada gas nitrogen lebih ringan dibandingkan senyawa lainnya,   selain tersebut molekulnya juga lebih besar. Ini bisa langsung dirasakan oleh pemakai kendaraan, karena terasa ringan & bannya jarang kempes lantaran molekul mengisi semua ruang di pada ban.

Baca selalu: Sepi Order, Rental Mobil Jantur Toyota HiAce Jadi Warung Angkringan

“Kalau bisa memang isi anginnya jangan dicampur, karena dikhawatirkan ada pemuain yang tidak stabil saat suhu ban meningkat. Tetapi untuk nitrogen sendiri tenteram, karena titik didihnya tinggi, ” paparnya.

Untuk bisa mengisi ulang angin Nitrogen pada ban mobil atau sepeda motor, kata dia, kini juga tersedia di berbagai tempat, mulai dari bengkel, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sampai ke jaringan supermarket AlfaMidi.

“Kalau SPBU itu cuma 7 ribu titik, sementara supermarket ini ada 15ribu lokasi. Pemilik kendaraan benar lebih mudah mencarinya, maka dari itu ana memanfaatkan peluang itu untuk membina kios MyNitro dengan bentuk bertambah compact dan simple , jadi enggak perlu di SPBU, ” tuturnya.

Buat pengisian angin memakai gas nitrogen di MyNitro, konsumen perlu menyiapkan dana mulai dari Rp2. 500 sampai Rp10 ribu per kepala ban, tergantung jenis kendaraannya. Program pembayaran di kios ini pun sudah memakai sistem cashless , dan memanfaatkan uang elektronik.