VIVA   – Mobil bekas menjadi alternatif bagi mereka yang ingin memiliki kendaraan bermotor roda empat, namun dananya tidak lulus untuk membeli dalam kondisi anyar.

Harga yang ditawarkan rata-rata lebih murah, meski baru dipakai sebentar. Menurut riset, setiap tahun harga mobil bekas menikmati penurunan sekitar 10 persen.

Masa pemakaian menjadi satu diantara acuan konsumen, saat berburu instrumen bekas pakai. Selain melihat sejak tahun pembuatan, mereka juga mengamati jarak tempuh yang ditunjukkan sebab odometer.

Pada mobil zaman sekarang, odometer tidak lagi berbentuk analog. Pola digital dipasang, karena selain tampilannya menarik juga tidak mudah diubah-ubah.

Baca pula:   5 Cara Amankan Mobil dari Gigitan Tikus

Namun, bukan berarti situasi itu tidak bisa dilakukan. Dilansir  VIVA Otomotif   dari laman  Team-bhp , Sabtu 25 Oktober 2020, mengakali odometer digital dengan diklaim canggih ternyata mudah dilakukan.

Metode yang dipakai bermacam-macam, ada dengan mengganti  chip   dengan yang sudah dimodifikasi. Sementara, yang lain mengubah angka secara mengakali sambungan komponen elektronik mobil.

Biaya yang dibutuhkan untuk menggunakan jasa tersebut, berpindah Rp300-400 ribu. Pelanggannya  ada daripada pengemudi taksi, hingga sopir mobil operasional.

Agar terhindar dari aksi penipuan tersebut, disarankan konsumen untuk membeli kendaraan yang dilengkapi dengan dokumen servis  serta dirawat secara teratur di pabrik resmi.