VIVA   – Pemerintah melalui Departemen Perhubungan, melarang warga untuk pegangan selama Ramadhan tahun ini. Kejadian itu dilakukan, guna memutus ikatan penyebaran virus corona.

Kebijakan itu tertuang dalam Susunan Menteri Perhubungan nomor 25 tahun 2020. Di dalamnya, tertulis bahwa semua jenis kendaraan yang digunakan untuk mengangkut orang, tidak diizinkan untuk beroperasi keluar dari zona merah atau wilayah pembatasan sosial berskala besar.

Penggolongan transportasi itu  berlaku untuk transportasi darat, laut, udara dan perkeretaapian,   juga untuk kendaraan awak maupun angkutan umum yang membawa penumpang. Seperti bus, mobil dan sepeda motor, kereta api, pesawat, angkutan sungai, danau dan penyeberangan, serta kapal laut.

Namun, Kemenhub berencana untuk  mengeluarkan aturan turunan sejak Permenhub  tersebut. Dalam aturan bunga itu, pemerintah tetap bersikap tegas melarang warga untuk mudik.

Baca juga:   Penjualan Toyota Pernah Anjlok Bertambah Parah dari Saat Ini

“Ada  usulan lantaran Kemenko Perekonomian, untuk mengakomodir keinginan yang penting dan mendesak bagi masyarakat agar perekonomian tetap sanggup berjalan dengan baik, dengan menyediakan transportasi penumpang secara terbatas, ” ujar Juru Bicara Kemenhub,   Adita Irawati di Jakarta belum lama ini.

Menentang Juga

Ia menambahkan, Surat Edaran Dirjen nantinya akan mengatur soal kegiatan penyediaan transportasi untuk bepergian asosiasi dengan kebutuhan yang penting dan mendesak. Hal itu juga diungkapkan oleh  Sekretaris Jenderal Kemenhub,   Djoko Sasono.

“Kami tidak mengenal relaksasi atau pengkhususan. Pada hakekatnya, mudik dilarang. Pada luar itu, ada kebutuhan penting dan mendesak, seperti pelayanan terkait COVID-19, pelayanan kesehatan, keamanan, pendukung layanan dasar, dan fungsi istimewa lainnya, ” tuturnya, Rabu enam Mei 2020.

Djoko memastikan, ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh seseorang, pra ia bisa melakukan perjalanan ke daerah lain.

“Intinya, yang boleh pergi adalah orang yang tidak mudik dan segar.   Orang yang diyakini tak membawa virus, ” jelasnya.