Warta Ekonomi. co. id, Bogor

Aplikator taksi daring ( online ) China, Didi Chuxing mengumumkan penutupan pengukuhan dana senilai 500 juta dolar AS  (sekitar Rp6, 9 T) untuk anak usaha kendaraan sendiri. SoftBank Vision Fund 2 memimpin putaran pendanaan tersebut.

Dengan dana terbaru itu, Didi bakal berinvestasi lebih lanjut dalam penelitian dan pengembangan teknologi, beserta uji coba kendaraan otonom.

“Kami selalu akan memperdalam kerja sama pabrik dan mempercepat penyebaran layanan kendaraan otonom di China dan luar negeri, ” ujar Didi Chuxing dalam pernyataan resmi, dilansir dari  Tech in Asia , Jumat (5/6/2020).

Didi mulai mengembangkan dan menguji organ otonom sejak 2016, lalu melepas unit swakemudi ( self-driving ) pada Agustus 2019. Kini, perusahaan berniat meluncurkan operasional kendaraan otonom di lokasi tertentu karena China sedang membangun jaringan infrastruktur 5G, AI, dan internet.

Lihat Juga

Perusahaan memasukkan, “kami juga berniat bekerja persis lebih lanjut dengan mitra pabrik otomotif global untuk produksi massal kendaraan swakemudi. ”

Saat ini, Didi memiliki lisensi uji coba dalam jalan terbuka Beijing, Shanghai, serta Suzhou di China; serta California di Amerika Serikat (AS).

Beroperasi di Asia, Amerika Latin, dan Australia, Didi Chuxing memiliki 550 juta pengguna. Bisnisnya bertumbuh sekitar 60%-70% dibandingkan pra pandemi.

Lihat tulisan asli