VIVA   – Membeli mobil bekas maka solusi bagi masyarakat yang mau memiliki kendaraan bermotor roda empat, namun dengan dana yang terpatok. Caranya pun beragam, melalui website, datang ke showroom, maupun mencuaikan sistem lelang.

Untuk cara membeli dengan lelang, kini bukan hanya bisa diikuti sebab pedagang mobil bekas, tetapi mampu juga untuk pemakai langsung. Apalagi, lelang yang dilakukan bukan cuma dilakukan di lokasi tertentu, saat ini bisa juga menggunakan sistem digital.

Sayangnya, kata Presiden Director PT Balai Lelang Seimbang (IBID Lelang), Daddy Doxa, jalan lelang masih mendapat stigma dalam masyarakat, terutama bagi konsumen karakter yang ingin mencari kendaraan bekas sesuai keinginan dan isi kantongnya.

“Orang tuh masih trauma sama yang namanya lelang. Masih banyak asosiasi yang berpikir, kendaraan lelang tersebut barang kasus. Padahal enggak begitu kenyataannya, ” ujarnya kepada VIVA , Selasa 5 Mei 2020.

Mengucapkan juga: Cerita dr Tirta Soal Mobil BMW E60 yang Kacanya Dibobol Maling

Lihat Juga

Daddy mengatakan, mobil bekas dengan dilelang memang dalam kondisi segala apa adanya. Meski demikian, sebelum ditawarkan kepada konsumen, kendaraan-kendaraan tersebut sudah lolos inspeksi. Sehingga, bisa memperkecil risiko mobil bermasalah saat sudah dimenangkan oleh peserta lelang.

Saat itu, kata dia, IBID Lelang bekerjasama dengan Astra Car Valuation buat sistem inspeksi secara mendetail. Siap, setiap mobil akan diberi penghargaan. Grade paling tinggi adalah A, berarti mobil dalam kondisi baik & lengkap surat-suratnya. Lalu di bawahnya B, sampai E untuk suasana seadanya.

“Kami transparan, buka kondisi mobil apa adanya. Ini kan bisa menjadioto masukan juga buat orang yang suka beli mobil sesuai dengan perihal kantongnya, ” tuturnya.