VIVA â€“ Meski produk baru terus bermunculan dengan beragam fitur menarik, namun ada beberapa pengguna kendaraan yang setia dengan mobil atau motor mereka dan tidak berniat untuk menggantinya.

Seandainya memiliki uang lebih, mereka cenderung melakukan penambahan unit, bukan tukar tambah. Namun, semakin lama unit dimiliki maka tentu perawatannya tidak semudah dalam keadaan baru.

Salah satu kendala yang kerap dialami para pemilik kendaraan lawas, yakni ketersediaan suku cadang atau spare part. Seiring bertambah tuanya mobil atau motor, maka jumlah suku cadang pengganti yang diproduksi juga mengalami penurunan.

Meski demikian, PT Suzuki Indomobil Motor mengaku bahwa mereka tetap memproduksi suku cadang untuk kendaraan Suzuki, selama unit tersebut masih dijual.

Baca juga: Tumben Mobil Honda Ini Laku Banget di Indonesia

“Tidak ada batasan usia kendaraan dalam pembelian spare part, selama masih kami kelola. Kecuali telah discontinue. Jika telah discontinue, maka batasannya adalah 10 tahun, kami wajib back up,” ujar Spareparts Departement Head SIM, Christiana Yuwantie saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Kamis 9 Juli 2020.

Chritiana mengaku, pandemi COVID-19 membuat para pemilik kendaraan Suzuki agak kesulitan mendapatkan onderdil pengganti. Sebab, beberapa diler mereka tutup sehingga pembelian suku cadang resmi hanya bisa dilakukan melalui jalur online.

“Kami mengusahakan spare part dengan berbagai cara, agar konsumen roda dua dapat mendapatkannya dengan mudah. Salah satunya melalui aplikasi MySuzuki. Aplikasi MySuzuki memang ditujukan untuk mencari spare part yang cukup sulit,” tuturnya.

“Kami juga melakukan review, agar setiap diler wajib menyetok 100 item. Spare part ini yang biasa dicari oleh konsumen,” kata dia menambahkan.