VIVA   – Penjualan mobil di Indonesia merosot tajam pada tahun ini, kausa adanya pandemi. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, nilai penurunannya mencapai 47 persen.

Meski demikian, jumlah para pemilik mobil yang mengasuransikan instrumen mereka justru bertambah. Hal itu diungkapkan oleh Tugu Insurance, kongsi penyedia perlindungan yang merupakan budak usaha dari PT Pertamina.

Perusahaan yang tercatat dengan nama PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk itu mampu mendapatkan  laba bersih tahun berjalan sejumlah Rp235, 1 miliar hingga simpulan September 2020.

“Kami sangat bersyukur bahwa kerja keras kami masih menghasilkan pencatatan laba maupun kinerja dengan positif, dan meningkatkan outlook perseroan menjadi Stable , ” ujar  Presiden Direktur Tugu Insurance, Indra Baruna di Jakarta, dikutip VIVA Otomotif  Jumat 18 Desember 2020.

Fokus strategi perusahaan  sedang sesuai dengan komitmen saat Initial Public Offering   pada Mei 2018 semrawut,   yaitu optimalisasi bisnis korporasi dan komersial, pengembangan bisnis retail dan perluasan bisnis asuransi.

Segmentasi retail berasal lantaran lini bisnis asuransi kendaraan bermotor, kecelakaan diri, kesehatan dan panti tinggal, di mana kontribusi terbesar masih dari produk asuransi organ bermotor sebesar 67 persen.

“Premi kendaraan bermotor pada triwulan III-2020 sudah tercatat Rp144, 1 miliar,   naik 1 persen  dibandingkan tarikh sebelumnya yang didominasi oleh premi dari kendaraan roda empat, ” tuturnya.

Menghadapi zaman normal baru, Indra mengaku kalau perusahaannya juga fokus meningkatkan implementasi teknologi digital, demi memberi ketenteraman dan keamanan pada pelanggan saat bertransaksi.

“kami terus berinovasi dalam berbagai hal, terutamanya teknologi. Sebagai contoh,   proses pembelian hingga klaim asuransi organ bermotor saat  ini sudah bisa dilakukan secara seamless menggunakan mobile application , ” ungkapnya.